Minggu, 06 November 2016

SISTEM INFORMASI MANAGEMEN RUMAH SAKIT

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT RUMAH SAKIT
 Sistem Informasi Manajemen(SIM) adalah merupakan suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi guna kepentingan manajemen. SIM ini memiliki subsistem yang saling berhubungan dan berintegrasi satu sama lain.

Penerapan SIMKES(Sistem Informasi Manajemen Kesehatan) dirumah sakit adalah kewajiban yang harus dimiliki setiap rumah sakit agar segala sesuatu tentang pengelolaan rumah sakit dapat dipertanggungjawabkan. Didalam rumah sakit terdapat pasien dan pegawai sebagai subjek yang berada didalam aktivitas rumah sakit tersebut.

Setiap pasien harus memiliki data yang konkrit seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan sebagainya begitupun sama seperti pegawai rumah sakit yang harus memiliki data-data juga. Informasi yang didapat pasien dan karyawan haruslah Valid dan Konsisten. Informasi yang terdapat pada suatu rumah sakit  bukan hanya terkait antara Pasien dan pegawai RS tetapi juga dengan segala aktivitas yang terjadi Rumah Sakit,misalnya pembayaran pasien,Rekam Medis,Pembukuan RS dan lain-lain. Penerapan SIMKES di Rumah Sakit akan membuat semua informasi Rumah Sakit tetap valid dan konsisten,mudah di akses dan dikelola,sehingga manajemen Rumah Sakit dapat menentukan yang terbaik untuk Rumah Sakit tersebut.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi suatu rumah sakit merupakan hal yang sangat penting untuk segera diterapkan. Hal ini mengingat semakin kompleksnya permasalahan yang ada dalam data medik pasien maupun data-data administrasi yang ada di rumah sakit. Namun menyediakan SIM bukanlah hal yang mudah, terutama jika dikaitkan dengan biaya pengadaan SIM yang relatif sangat besar.
Penerapan sistem informasi pada suatu rumah sakit memerlukan suatu perencanaan yang matang. Bila dilakukan secara tergesa-gesa tanpa melakukan perencanaan terlebih dahulu dikhawatirkan akan memakan biaya yang mahal, kemungkinan ada biaya baru baik untuk riset kelayakan dan lain-lain akan menambah biaya selanjutnya. Dalam penerapan sistem informasi maka masalah finansial merupakan faktor yang sangat penting.

Analisa
Sistem Informasi Manajemen(klik disini untuk melihat defenisinya) terdiri dari tiga kata yaitu sistem, informasi dan manajemen. Sistem adalah suatu himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan menggunkannya untuk membuat keputusan. Manajemen adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat manusia dan sumber-sumber daya.

Sehingga Sistem Informasi Manajemen berarti suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Jika lebih spesifik lagi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah suatu prosedur pemrosesan data-data baik data-data umum Rumah Sakit maupun data-data medik pasien sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.

Sistem Informasi Manajemen yang dimaksudkan adalah suatu sistem yang telah berbasiskan komputer untuk mengolah data-data medik pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki rumah sakit. Selama ini jika kita bicara tentang rumah sakit, yang paling mudah diingat adalah pelayanannya yang tidak memuaskan ketika melakukan administrasi atau waktu yang terlalu yang dibutuhkan oleh perawat untuk mencari data-data medik pasien.

Beberapa hambatan-hambatan yang sering dialami oleh pihak Rumah Sakit yang disebabkan oleh system informasi yang belum dikelola dengan baik adalah pencatatan yang berulang yang menyebabkan penduplikasian data, data yang belum terintegrasi atau masih tersebar, pencatatan data masih dilakukan secara manual sehingga banyak terdapat kesalahan dan informasi terlambat disebarkan. Oleh karena system informasi manajemen untuk Rumah Sakit sangat perlu dilakukan agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dapat menyajikan laporan akurat sehingga dapat memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.

Di bidang kesehatan terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong Indonesia Sehat.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :

Development Master Plan, cetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.

Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.

Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan sistem informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).

Teknologi Informasi, ketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network).

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :

    Price, harga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat.
    Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data.
    Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan kemudahan pengembangan di masa yang akan datang.
    Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar.
    Yang paling penting adalah sesuikan dengan kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya.

TUJUAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT ITU SENDIRI :

    Lebih menigkatkan pelayanan rumah sakit
    Agar data-data yang ada dalam rumah sakit tersusun rapih.
    Kemudahan dalam pencarian data obat, pasien dll yang berhubungan dengan rumah sakit.
    Meningktakan citra pelayanan rumah sakit.

MEKANISME KONTROL :
Mendukung pengendalian mutu pelayanan medis, penilaian produktivitas, analisis, pemanfaatam dan perkiraan kebutuhan, perencanaan dan evaluasi program, menyederhanakan pelayanan, penilaian klinis, sistem ini berguna untuk menunjang proses fungsi fungsi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan dirumah sakit.

Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.

Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:

    Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
    Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
    Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
    SOP (Standar Operasional Prosedur)
    Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di Input)
    SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)

Minggu, 30 Oktober 2016


Definisi Sistem Informasi Kesehatan
Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan managemen. ini menggambarkan bahwa sistem informasi merupakan suatu kesatuan atau ga bungan dari berbagai informasi yang digunakan oleh orang mengatur atau mendukung suatu bidang tertentu termasuk kesehatan.
Kesehatan itu sendiri luas cakupannya yaitu mempelajari tingkat individu sampai tingkat ekosistem serta perbaikan fungsi setiap unit dalam system hayati tubuh manusia mulai dari tingkat sub sampai dengan system tubuh.
Sistem Informasi kesehatan merupakan sarana penunjang pelayanan kesehatan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat. SIK juga digunakan sebagai data untuk mengambil keputusan.

Dalam literatur lain disebutkan bahwa SIK  merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat.


Seputar ilmu kesehatan masyarakat 

merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka untuk mengatasi dan memecahkannya secara multidisiplin. Apa itu ilmu kesehatan masyarakat….? Ilmu Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat.  Dan dapat juga diartikan sebagai Kombinasi antara teori (ilmu) & praktik (seni) yg bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup & meningkatkan kesehatan masyarakat Pengorganisasian Masyarakat (menghimpun & mengembangkan potensi masyarakat dalam usaha : preventif, kuratif, promotif & rehabilitative.

Seputar ilmu kesehatan masyarakat


Ikatan Dokter Amerika, AMA, (1948) mendefinisikan Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.

Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat
1. Epidemiologi
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi. Ini adalah model corestone penelitian kesehatan masyarakat, dan membantu menginformasikan kedokteran berbasis bukti (eveidence based medicine) untuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk kedokteran preventif.

2. Biostatistik
Biostatistik adalah Metode statistik yang diterapkan pada ilmu – ilmu terkait kesehatan, seperti kedokteran dan kesehatan masyarakat, untuk membantu memahami tentang karakteristik populasi, dan hubungan/ pengaruh variable pada populasi

3. Kesehatan Lingkungan 
Kesehatan Lingkungan adalah merupakan bagian-bagian dasar-dasar kesehatan masyarakat modern yang meliputi terhadap semua aspek manusia dalam hubungannya dengan lingkungan, terkait dalam bebagai ekosistem, dengan tujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan niali-nilai kesehatan manusia pada tingkat setinggi-tingginya, dengan jalan memodifisir tidak hanya faktor sosial dan lingkungan fisik semata, tetapi juga semua sifat-sifat dan kelakuan lingkungan yang dapat membawa pengaruh terhadap ketenagan, kesehatan dan keselamatan umat manusia

4. Pendidikan Kesehatan dan Perilaku
Pendidikan Kesehatan dan Perilaku adalah Pendidikan kesehatan untuk menunjang program-program kesehatan yang lain.. Pendidikan kesehatan itu tidak langsung membawa manfaat bagi masyarakat dan yang mudah dilihat atau diukur, karena pendidikan merupakan behavioral investmen jangka panjang.

5. Administrasi Kesehatan Masyarakat
Administrasi Kesehatan Masyarakat adalah Suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasisan, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian terhadap Sumber, Tata Cara, dan Kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntuan akan kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan sehat dengan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan perorangan, kelompok dan masyarakat.

6. Gizi Masyarakat
Pengertian Gizi secara umum adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.

7. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.

8. Kesehatan Reproduksi masyarakat
Kesehatan Reproduksi masyarakat adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi masyarakat.

9. Sistem Informasi Kesehatan
Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat.

Konsep kesehatan masyarakat berkaitan dengan perubahan perilaku sehat akan lebih terbentuk dan bertahan lama bila dilandasi kesadaran sendiri (internalisasi) sehingga konsep upaya sehat dari, oleh dan untuk masyarakat sangat tepat diterapkan.